KEPINGAN HATI I
Engkau laksana angin
Hanya bisa kurasakan hembusanmu di sekelilingku,
Tetapi tak bisa aku genggam
(Birunya 8 Desember 2009, dalam kenangan akan seseorang yang telah meninggalkanku jauh di belakang)
Beku
Beku
Beku
Pagi ini aku beku
Terbangun dalam beku
Mimpikanmu
Lagi
Lagi
Dan lagi
(Birunya 8 Desember 2009, dalam kenangan akan seseorang yang telah meninggalkanku jauh dibelakang)
Teriakku di alam mimpi
mendung hitam menutup rapat hati
menangis
tidak ada senyum lagi hari ini!!!
Bintang itu telah pergi
Atau menghilang karena tertutup pekatnya malam?
(Birunya 8 Desember 2009, dalam kenangan akan seseorang yang telah meninggalkanku jauh dibelakang)
Aku terduduk di depan pintu
Seperti mengharap sesuatu datang
Tapi apa
Apa
Apa
Apa lagi yang harus aku tunggu sekarang
Ya, bintang itu telah lenyap kemarin
Meninggalkanku sendiri dalam pekatnya malam
Tanpa tanda
Tanpa arah
Aku tersesat
Dalam pekatnya malam yang kejam
Tak tahu harus berbuat apa lagi
Aku menyerah
Kalah
(Birunya 8 Desember 2009, dalam kenangan akan seseorang yang telah meninggalkanku jauh dibelakang)
Aku membeku
Dalam dinginnya udara pagi yang menusuk tulang
Sungguh
Aku merindukan bintang itu
Aku merindukan hangat sinarnya
Aku merindukan gemerlap tawanya
Aku merindukan pesonanya temani hari-hariku lagi
Tapi bintang itu kini telah menghilang
Lenyap bersama datangnya fajar di ufuk timur
(Birunya 8 Desember 2009, dalam kenangan akan seseorang yang telah meninggalkanku jauh dibelakang)
Wednesday, December 9, 2009
Subscribe to:
Comments (Atom)
